SHS Berhasil Dongkrak Harga Cengkih

Manado, Sulutnews.net – Terobosan Pemerintah Daerah Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur SH Sarundajang menjadikan komoditi andalan Sulut dilirik sejumlah Negara. Salah satu diantaranya komoditi cengkih yang harganya terus melonjak akibat banyaknya permintaan ekspor.
Permintaan ekspor ke beberapa negara, menjadi penyebab harga cengkih di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus melonjak, yang hingga hari ini harga tertinggi mencapai Rp53 ribu per kilogram (Kg).
"Kondisi perdagangan cengkih tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu, di saat panen raya dimulai harga justru terus meroket, salah satu penyebabnya permintaan baik lokal maupun mancanegara," kata Gustav Karinda, pedagang cengkih di Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado.
Menurut Gustav, sehari sebelumnya pedagang hanya berani mematok harga Rp52 ribu per kilogram (kg), tetapi terus naik ke posisi Rp53 ribu per kg dan tidak menutup kemungkinan terus menguat dalam beberapa hari ke depan.
"Pembeli baik lokal maupun luar negeri mencari cengkih petani Sulut yang sudah disimpan di atas tiga tahun, karena kadar minyaknya sudah demikian terakumulasi," kata Gustav.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan
mengatakan, naiknya harga cengkih di awal panen raya yang sudah dimulai merupakan sesuatu yang diluar perkiraan semula. "Naiknya harga cengkih di awal panen merupakan prospek yang baik, sebab tahun-tahun sebelumnya justru terjadi kondisi sebaliknya, dimana harga cenderung turun di saat panen dimulai," kata Sanny. Sanny menggambarkan, tren harga cengkih di awal tahun baru dikisaran Rp 40.000,- tetapi seiring masih dekatnya panen harga terus melonjak hingga mencapai harga tertinggi Rp 53.000,- hari ini.
Dinas Perkebunan Sulut memperkirakan produksi cengkih Sulut tahun ini mencapai 15 ribu ton, dengan daerah sentra yang diperkirakan banyak menghasilkan yakni Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Sangihe dan Talaud. (ms)

























