Manado, SN- Pdt Petrus Lumi MTh, menanggapi pengucapan syukur yang dilaksanakan jemaat dan masyarakat di wilayah Manado, Malalayang, Jumat (07/08) mengatakan, dalam perayaan sekiranya jangan sampai pestapora yang di-tonjolkan, tetapi bagaimana perayaan tersebut dirayakan sebagai ucapan syukur atas berkat-berkat yang diberikan Tuhan pada kita umat yang percaya padaNya.
Bahkan dia mengajak pada seluruh jemaat sekiranya da-lam pengucapan syukur benar-benar memaknainya sesuai dengan iman dan apa yang diajarkan Yesus Kristus pada umatNya. Hindari kon-sumsi minuman keras yang dapat berakibat pada tindakan negatif.
“Pengucapan syukur merupakan ungkapan syukur atas berkat yang diberikan Tuhan pada umatNya, karena itulah jangan sampai kita menyalahartikan pengucapan tersebut hingga menjadi pengecapan syukur,” katanya.
Kalau jemaat sudah berpikiran akan melaksanakan pengecapan syukur, tentunya kata Lumi, masyarakat akan memaksakan diri untuk berpestapora dengan berbagai hidangan yang berlebihan, apalagi sudah sampai menjurus pada menyiapkan minuman keras.
Karena itulah dia mengajak pada kaum bapa sebagai kepala rumah tangga, sekiranya menghindari pesta berlebihan atau meneguk minuman keras. “Karena semua itu akan membawa petaka. Untuk itu maknailah pengucapan syukur itu sebagai ucapan syukur atas berkat Tuhan yang diberikan pada kita umat-Nya,” katanya.
Selain itu dia juga mengajak pada seluruh kaum bapa sekiranya lebih mengutamakan kesederhanaan dalam berbagai hal. “Bantulah mereka yang berkekurangan atau yang memerlukan bantuan, janganlah kita sia-siakan berkat yang diberikan Tuhan pada kita,” tambahnya.(hk-ami)

























