Gubernur Sarundajang dan Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi memberi goresan awal untuk lukisan Raja Laut yang bakal dilanjutkan pelukis nasional Dirot Kadirah. Pameran ini selain memberi warna dalam iven internasional ini, juga sekaligus penegasan bahwa Sulut telah menjadi ikon Indonesia saat ini. Gubernur SHS Paparkan Potensi Sulut ke Delegasi
Persiapan menyambut penyelenggaraan World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit 2009 yang menakjubkan, membuat SBY memprioritaskan datang ke Manado, tinimbang agenda politiknya untuk meng-umumkan siapa calon wakil presiden (cawapres)-nya. Soal kedatangan SBY ke Manado, Panitia WOC/CTI Summit memastikan Rabu (13/5).
Beliau akan membuka WOC pada hari Kamis (14/5) dan pada hari Jumat (15/5) akan membuka CTI Summit,” jelas Dra Marie-tha Kuntag MSi, Wakil Ketua Panitia Daerah WOC/CTI Summit, kepada Swara Kita, Senin (11/5) kemarin.
Prioritas SBY ke Sulut untuk WOC/CTI, membuat pengumu-man cawapres yang sedianya awal pekan ini, terpaksa diundur. Menurut Anas, sepulang dari acara WOC/CTI, barulah SBY bertolak ke Bandung untuk mengumumkan siapa calon wakil presiden yang akan mendampinginya di kompetisi Pilpres 2009. “Pengumuman dilakukan pada malam harinya,” jelas Anas. “...Pada tanggal 15 ini, kita bisa melaksanakan deklarasi yang kemudian pada tanggal 16 Mei secara resmi akan dilakukan pendaftaran oleh Partai Demokrat dan lain lain tentang Capres dan Cawapres yang diusulkan,” ujar SBY, seperti yang dirilis dalam situs www.presidensby.info, Minggu (10/5) lalu.
Sementara itu, Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang menegaskan bahwa Sulut merupakan salah satu dari tujuh propinsi kepulauan yang strategis, yang tereletak di pacific dan berbatasan langsung dengan Negara Filipina.
“Sulut adalah daerah yang kaya dengan sumber alam termasuk di dalamnya adalah laut dan perikanan,” kata gubernur di sela-sela pembukaan Senior Official Meeting (SOM) WOC di ruang Grand Kawanua dua, kemarin.
Gubernur yang menyampaikan sambutannya dalam bahasa Inggris tersebut juga mengungkapkan bahwa Sulut merupakan wilayah kepulauan terbesar dari propinsi yang ada di Indonesia. “Sulut alamnya indah dan menawan pemandangannya. Memiliki sejarah budaya yang spesifik dan unik. Terdapat dataran tinggi, kawasan danau, kawasan hutan,bunga yang indah dan sejumlah industri lokal termasuk di dalamnya adalah industri rumah panggung yang ada di Tomohon,” terang dia.
Semua potensi Sulut tersebut, lanjut gubernur tidak akan berarti jika tidak ditunjang dengan situasi yang aman dan terkendali. “Sulut memiliki masyarakat yang berbudaya, etnik dan beragama. Meskipun dewasa ini, Sulut berada diantara daerah yang diwarnai dengan konflik, tetapi masyarakatnya dapat hidup rukun dan harmonis,” ujarnya.
Dengan wilayah lautan yang luas, Pemprop Sulut berupaya untuk menangani dan mengelola potensi laut secara serius. Hal itu berkaitan dengan menurunnya potensi laut, seiring dengan adanya pemanasan global.
Pada bagian lain, yakni secara komunitas global, pemerintah dan masyarakat Sulut berusaha untuk memberikan kontribusi positif, dengan menyampaikan ide dan gagasan lokal yang telah diimplementasikan melalui WOC 2009. “Karena itu saya berharap agar melalui event ini, akan menghasilkan komitmen global kelangsungan dunia di masa yang akan datang,” kata gubernur kembali sambil berharap bahwa konferensi WOC dapat menghasilkan komitmen global (sk-ms)

























