PT PLN Wilayah Suluttenggo, memahami betul keluhan pelanggan terutama masalah pemadaman listrik secara bergilir sehingga mengganggu aktivitas warga. Tak heran tatkala memperingati Hari Listrik nasional ke-64 tanggal 27 Oktober, suasana kesederhanaan sangat terasa, namun mengurangi nilai sakralnya pada selasa (27/10).
Kegiatan yang digelar pun hanya seputar lomba antar cabang dan kantor wilayah. Bahkan aksi sosial dilakukan dengan antara lain Donor Darah yang sukses mengumpulkan 99 kantong darah dan kegiatan Olahraga serta lomba Karoke intern. HLN ke-64 diakhiri dengan acara puncak berupa Upacara bersama yang dipimpin oleh GM PT PLN Wilayah Suluttenggo, Ir Dadarn Koerniadipoera.
Usia yang sudah cukup matang menjadi tolak ukur pelayanan agar lebih baik lagi, kendati tak bisa dipungkiri banyak halangan yang menghadang terutama menghadapi krisis listrik saat ini. Dalam komitmennya PT PLN Suluttenggo pada intinya akan terus memperjuangkan pelayanan pada masyarakat, melayani dengan senyum meski cercaan dan umpatan menjadi santapan setiap. “ Dengan semangat HLN ke 64 ini menjadi perenungan bagi kita bersama untuk terus mengupayakan pelayanan yanglebih baik ke depan,” kata Dadan dengan nada optimis.
Meski fakta menunjukan bahwa kendala terkni seperti kerusakan peralatan hingga faktor alam yang kurang mendukung akhir – akhir ini, juga menjdi tantangan yang cukup berat untuk dihadapi. “ tetapi segenap jajaran PT PLN harus berupaya agar semua kendala tersebut menjadi pemicu semangat agar bekerja lebih baik lagi demi kepuasan pelanggan, “ katanya meyakinkan.
Dadan yang selama pemadaman bergilir menjadi sorotan publik berharap adanya dukungan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi krisis listrik yang berujung pada seringnya pemadaman, mengingat PLN adalah perusahaan publik service yang membutuhkan dukungan.
Terus memberikan yang terbaik pada pelanggan merupakan komitmen PLN Wilayah Sulkuttenggo di HLN ke 64 ini.” Pelayanan yang lebih baik dengan senyum demi kepuasan pelanggan tanpa mempersulit mereka bahkan juga tanpa megurangi semangat hemat listrik akan menandai babak baru di pelayanan yang akan datang ini, tentunya dengan semangat kebersamaan,” ujar Dadan. (meldy/henry)
Kondisi Listrik Sulut Terkini
Beban Puncak : 157.5 MW
Daya Mampu : 102.15 MW
PLTA : 11.5 MW
PLTD Bitung : 15.MW
PLTP Lahendong 2 & 3 : 24 MW
PLTD Lopana Amurang : 8 MW
PLTD Inobonto : 0,45 MW
PLTD Bintauna : 0,70 MW
Tinggi Permukaan Air Tondano 198 Cm
Catatan
- PLTD Lahendong I belum bisa beroperasi karena masih menunggu panel kontrol dari PLTU Dieng, Jateng
- PLTP Lahendong II dipaksanakan bekerja melayani kebutuhan pelanggan
- PLTD Bitung sudah tidak pernah istiraha
- PLTA sudah dijalankan 24 jam, kendati biasanya Cuma 6 jam sehari karena pada malam hari harus menampung air dari danau Tondano. Ini untuk menjaga keadaan sistem keandalan sistem penyebab black aut beberapa hari lalu karena uap atau sistem yang menggerakkan turbin PLTP Lahendong I dan II mengandung banyak air sehingga alarm bekerja untuk mematikan mesin pembangkit.
SOLUSI:
- Selama krisis listrik, masyarakat pelanggan sebaiknya berhemat guna memperkecil area pemadaman
- PLN Tidak melayani permintaan sambungan baru
- Mengistirahatkan beberapa pembangkit secara bergantian agar keandalan mesin terjaga
- Mendesak percepatan perbaikan pipa uap untuk mesin Lahendong III
- Menjaga konsistensi/mempercepat pembangunan pembangkit yang sedang berlangsung: PLTM Lobong (1,6 MW), PLTU Moinit Minsel (25 MW) yang dijadwalkan selesai 2010 dan operasi PLTD di Likupang (20 MW)
- Percepatan Perbaikan (overhoaul) PLTD Bitung Unit 7 dan 9 (12 MW)

























