Manado, SN – Tim I Check On the Spot (CoS) atau pemantauan lapangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, yang ditugaskan melaksanakan pemantauan di dua lokasi yakni Panas Bumi Gheotermal Lahendong milik Pertamina, termasuk PLTP milik PLN disana dan Pembangkit Listrik Tanaga Air (PLTA) Tonsea Lama, boleh dikatakan berhasil mengangkat beberapa temuan sebagai hasil pantauan.
Tim yang semula beranggotakan sembilan orang, ternyata saat pelaksanaan hanya delapan yakni Benny Rhamdani, Felly E Runtuwene, SE, Diana Lady Rogi, S.Sos, Bart Y . K Senduk, Djonnie Alex Sumual, Ir. Lexie B N Solang, Hi. Ayub Ali. Sedangkan salah satu anggota James Sumendap SE tak kelihatan batang hidungnya, padahal merupakan salah satu anggota dewan yang getol menyoroti PLN dan Pertamina saat Hearing beberapa waktu silam.
Felly Runtuwene ketika diwawancarai Koran Manado Kamis (1/10), menyebutkan pihaknya dalam kegiatan ini berhasil menemukan beberapa permasalahan seperti terjadinya kebocoran pipa pada salah satu sumur terbesar di lokasi Pabum Pertamina Gheotermal Lahendong, terjadinya penurunan kinerja PLTA Tonsea Lama akibat kurannya debit air serta permasalahan sengketa tanah antara pihak PLN dan warga yang berujung terancam dilakukannya eksekusi terhadap lahan PLTA Tonsea Lama. “Temuan-temuan ini akan ditindak lanjuti dewan, untuk dicarikan solusi terbaik gubna pemecahan masalah,” tegas personil Fraksi Partai damai Sejahtera ini. (mg-22)

























