Manado, SN – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah gambaran Kondisi terakhir yang dialami PT PLN Wilayah Suluttenggo yang mengalami pergumulan berat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pelanggan.
Betapa tidak, belum selesai dengan jadwal pemadaman yang diakibatkan oleh dampak musim kemarau yang berkepanjangan sehingga PLTA Tonsea Lama dan Tanggari I dan II tidak bisa maksimal dalam menyuplai daya listrik serta mandegnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong III. Kondisi yang tidak stabil ini makin diperparah lagi dengan rusaknya PLTP Lahendong I dan II sehingga pemadaman listrik semakin menjadi-jadi.
“Waduh.. ini kondisi yang sangat tidak menyenangkan, baik bagi PLN apalagi bagi pelanggan,” kata Deputi Humas PT PLN Wilayah Suluttenggo, JW Dimpudus ketika ditemui Koran Manado di ruang kerjanya, Selasa kemarin. Lebih parah lagi, PLN Wilayah Suluttenggo kehilangan daya di saat memperingati Hari Listrik Nasional yang ke 64. “Kami sendiri pakai genset ketika merayakan Hari Listrik Nasional,” katanya dengan wajah yang keletihan.
Dimpudus adalah sosok yang paling dicari insan pers untuk mengkonfirmasi berbagai keluhan-keluhan dari masyarakat. Namun dengan gayanya yang khas dan penuh ketenangan, lelaki yang baru saja terpilih sebagai Penatua di Jemat Siloam Tonsea Lama pada tanggal 9 Oktober lalu begitu setia melayani insan pers, baik dari kalangan media cetak, elektronik maupun Media online.
Dikatakan, akibat dari kerusakan PLTP Lahendong I dan II, maka PLN kehilangan 20 MW lagi. Padahal sebelumnya sudah kehilangan sekitar 25 MW ketika PLTA Tanggari dan PLPT Lahendong III tidak maksimal.
Tentang kondisi Danau Tondano setelah hujan mulai turun, Dimpudus mengatakan sampai kini belum merubah keadaan. Bahkan airnya saja belum kabur karena hujan yang turun belum signifikan sehingga belum menyerap lalu mengalir ke Danau Tondano. “Hujan belum mempengaruhi kapasitas PLTA Tanggari I dan II. Makanya pemadaman masih berlangsung,” katanya seraya menambahkan, PLN harus jujur kepada masyarakat tentang kondisi yang dialami.
Dimpudus belum bisa memastikan kapan PLTP Lahendong I dan II normal karena gas yang keluar banyak mengandung air sehingga sebagian masuk ke mesin. Akibatnya mesin terganggu dan pemadaman pun semakin menjadi-jadi. “Makanya kami mohon maaf. PLN terus berupaya untuk melakukan koordinasi dengan Pertamina agar gangguan segera dapat diatasi,” katanya dengan nada meyakinkan.
Ditanya kondisi PLN menjelang Natal dan Tahun baru, Dimpudus juga belum berani memastikan. “Mudah-mudahan keadaan normal cepat kembali,” katanya sembari melempar senyum.
Peringatan hari Listrik Nasional ke-64 oleh PLN Wilayah Suluttenggo berlangsung sederhana. Seluruh karyawan dan para undangan dengan antusias mendengarkan sambutan Direktur Utama Fahmi Mochtar, yang antara lain membangkitkan semangat jajaran PLN. “Meski dalam situasi keterbatasan daya listrik, PLN harus terus berjuang memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” kata Mochtar dalam sambutannya yang dibacakan GM PT PLN Wilayah Suluttenggo . (hendri/mel)

























