Ratahan. SN - Krisis listrik nasional, hingga merasuk ke setiap Kabupaten Kota, termasuk di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), berimbas pada terganggunya berbagai aktivitas perekonomian. Hal ini tak bisa dipungkiri, karena selama ini ketergantungan terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Mitra sangat dominan.
Salah satu alternative pemecahan ketergantungan terhadap PLN, Pemkab Mitra dalam waktu dekat ini, akan melahirkan suatu pembangkit listrik tenaga Mikro Hidro. Pengadaan listrik tenaga Mikro Hidro ini sendiri, karena faktor ketersediaan dan kemampuan alam sebagai pendukung sangat besar.
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Mitra, Noldy Wowor. “Setelah melihat kondisi alam dan ketersediaan sarana pendukung yang ada, salah satu perusahaan Nasional yang bergerak di bidang pelistrikan, bersedia menginvestasikan modalnya untuk pengadaan Listrik Tenaga Mikro Hidro,” katanya.
Dikatakan, dalam waktu dekat ini ada sebuah perusahaan nasional yang bergerak di bidang pelistrikan, bersedia megadakan atau membangun pembangkit listrik tenaga Mikro Hidro. Ini setelah perusahaan tersebut melakukan survei, dan ternyata faktor alamnya sangat mendukung,” ujar Wowor.
Lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro ini sendiri akan dibangun di sekitar sungai Molompar dan sungai Nunu, dengan kapasitas 3 mega watt. Perusahaan ini sendiri, sudah melakukan visibility study yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan AMDAL. Jika pembangkit listrik ini selesai, setidaknya akan membantu masyarakat Mitra terhadap ketergantungan terhadap PLN .(leiden)




























