Manado, SN – Serikat Pekerja PT PLN kini membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan PLN tetap satu dan jaya, meskipun ada pihak-pihak yang berkeinginan menghancurkan perusahaan negara yang menangani ketersediaan listrik di seluruh tanah air. Apalagi dengan dikeluarkannya UU No 30 tentang Tenaga Kelistrikan dimana PLN nantinya bukanlah satu-satunya perusahaan yang akan menangani kelistrikan nasional, tetapi pihak swasta juga diberikan kesempatan yang sama.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk bersatu padu memajukan perusahaan agar tetap solid dan tidak tercerai berai. Kalau kita satu, sangat mudah memperjuangkan nasib perusahaan terutama kesejahteraan karyawan,” kata Pengurus DPP Serikat Pekerja (SP) PT PLN Herman Kadir, ketika mengukuhkan pengurus DPD SP PT PLN Wilayah Suluttengo yang diketuai Drs Keis Kainde dan DPC SP PT PLN Kantor Wilayah Suluttenggo yang diketuai Yance Ruauw di aula PLN Wil Suluttenggo, Rabu kemarin.
Hadir dalam pengukuhan tersebut GM PT Wilayah Suluttenggo, Wirabumi Kaluti, para manager bidang, pimpinan SP Cabang se Wilayah Suluttenggo serta para karyawan di kantor wilayah.
Lebih jauh Herman mengatakan, tantangan lainnya yang sedang dihadapi PLN adalah dengan dipecah-pecahnya PT PLN menjadi tiga bagian masing-masing Wilayah Indonesia Barat, Indonesia Timur dan Jawa Bali yang masing-masing akan dipimpin oleh seorang direktur. Para direktur ini tidak berkantor di kantor pusatnya, tetapi berada di masing-masing wilayah.
Namun pada intinya, SP bertekad memperjuangkan kesejahteraan karyawan aktif dan pensiunan serta mempertahankan PLN tetap satu dan jaya.
“SP dituntut peduli terhadap kondisi PLN. Makanya perusahaan dan serikat pekerja bersinergy untuk memajukan PLN sehingga menjadi lebih kuat dan maju menuju sukses di tahun 2012,” kata Herman meyakinkan.
Sementara itu, General Manager PT PLN Wilayah Suluttenggo, Wirabumi Kaluti mengatakan, arah PLN kini sedang menuju PLN Jaya dan PLN Satu. Apalagi pasca ditetapkannya UU No 30, memberikan kesempatan bagi seluruh jajaran PLN untuk berbenah diri. “Tahap pertama tahun 2010 harus bisa menyelesaikan pemadaman seluruh Indoensia, sementara untuk wilayah Suluttenggo bulan Oktober selesai,” katanya.
Dikatakan, tahun 2012 adalah tahun emas dimana apa yang dikerjakan sekarang akan dituai hasilnya nanti. “Makanya kita harus merapatkan barisan dengan kondisi seperti ini dengan kepala tegak berdiri di tengah cacian dan makian masyarakat. Mari kita bangun PLN bersama khususnya wilayah Suluttenggo,” kata Wirabumi yang baru semingu menjabat GM namun sudah keliling hampir seluruh wilayah ‘kekuasaan’ Sulut dan Provinsi Gorontalo. Tinggal Palu yang belum dikunjungi. “Minggu depan kami akan ke Palu,” tukasnya. (hen)




























