
Demi Melayani Pelanggan, Semua Potensi PLN Wil. Suluttenggo Dioptimalkan
PERGUMULAN berat yang dialami PLN Wilayah Suluttenggo tentang krisis listrik belum juga teratasi. Posisi PLN ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Betapa tidak, belum selesai dengan pemadaman secara bergilir akibat keterbatasan daya mampu karena turunnya debit air danau Tondano sebagai sumber tenaga listrik PLTA Tonsea Lama dan Tanggari I, II, serta mandeknya PLTP Lahendong III yang, pada pertengahan Oktober timbul lagi gangguan pada PLTP Lahendong I dan II.
“Makanya, kami berharap masyarakat mau mengerti keadaan ini dengan membantu lewat upaya untuk mnghemat pemakaian listrik, ” kata General Meneger PLN Suluttenggo, Dadan Koerniadipoera , di sela-sela syukuran HLN di Lapangan Tennis Indoor PLN Suluttenggo, Selasa (27/10).
Dikatakan, PLN Suluttenggo kelimpungan melayani keluhan, bahkan cercaan masyarakat, akibat pemadaman listrik yang makin meluas. Kondisi krisis listrik di Sulut makin parah, dibandingkan dengan pemadaman saat bulan puasa lalu.
Posisi terakhir , kekurangan daya mencapai 54,35 mega Watt (MW). Beban puncak tercatat mencapai 157,5 MW. Sedangkan daya mampu pembangkit hanya 102,15 MW. Dibandingkan waktu bulan puasa lalu yang defisit daya hanya 27 MW. “Mesin pembangkit banyak yang mengalami gangguan,” kata Dadan tanpa mencari kambing hitam.
Menejer Area Pengatur dan Penyalur Beban (AP2B) PLN Suluttenggo, Herman Masola menjelaskan, pemadaman yang sudah dikategorikan black out (padam total) beberapa hari belakangan ini, karena pembangkit ‘besar’ seperti PLTA dan PLTP Lahendong seringkali gangguan . “PLTA sejak musim kemarau, Juni lalu, sudah kehilangan lebih dari setengah kapasitasnya. Dari 42 MW turun menjadi 11,5 MW “ kata Masola.
Hal yang sama juga terjadi pada PLTP Lahendong I, II dan III, pembangkit paling besar di Sulut yang berdaya mampu 48,5 MW, kini tinggal mampu menghasilkan daya 24,2 MW. Penyebabnya unit 1 (20 MW) masih dalam perbaikan dan unit ke 3 hanya bisa menghasilkan 10 MW dari yang seharusnya 20 MW,” tutur Masola. “ unit 1 belum bisa jalan karena masih menunggu alat panel kontrol dari PLTP Dieng, Jawa Tengah,” tambah Masola.
Soal kejadian ‘black out’ itu, Masola mengungkapkan lantaran PLTP Lahendong padam total. Hal ini di sebab steam atau uap yang dihasilkan PertaminaGheotermal Lahendong mengandung banyak air sehingga kondisi ini otomatis menghentikan operasi Lahendong 1 dan 2. “ Sebagian sudah tertangani . tapi unit 1 masih gangguan di di car panel control, makanya belum jalan . paling lambat awal minggu depan sudah normal,” ucap Masola.
Sementara itu soal ada anggapan bahwa pemadaman listrik ini kebocoran pipa uap GheotermalLahendong dibantah Kepala Pengawas Utama Hubungan Masyarakat (Hubmas) Pertamina Gheotermal, April Anwar . Dia mengakui beberapa waktu lalu (24/10) sempat ada gangguan di unit 2 dan 3 tapi saat ini sudah kembali normal. Kalau saat ini ada kebocoran tentu kita akan segera ketahui tapi tadi kita memantau tidak ada,” imbuh Anwar. Saat ini, kata Anwar , pihaknya juga masih menungga pipa stainless steel untuk mengganti pipa uap untuk unit 3.
Masola menambahkan, karena PLTP Lahendong yang merupakan tumpuan , dan PLTD Bitung sudah dipaksakan beroprasi terus, maka implikasinya sering gangguan. “PLTP Lahendong dan PLTD Bitung sudah dipaksakan saat PLTA tidak optimal, makanya gampang sekali gangguan. Kami terpaksa memaksakan mesin – mesin itu bekeraja karena untuk melayani pelanggan” kata Masola
Sebagai antisipasi agar pemadaman tidak terlalu besar dan meluas maka seluruh PLTA : Tonsea Lama, Tanggari I dan Tanggari II dioprsikan 24 jam, tapi hanya dengan kapasitas 11,5 MW . padahal, saat Lahendong normal, PLTA hanya dijalankan 6 jam (saat beban puncak) dengan daya 24 MW . PLTD Bitung juga hanya bisa hasilkan 15 MW.
PLN juga tepaksa menjalankan seluruh PLTD sewa, di Bitung, Manado, Lopana, dan Kotamobagu karena menjaga ketersediaan daya listrik. “Ppadahal PLTD rawan rusak kalau dipaksakan. Tapi menjaga agar masyarakt tetap menikmati listrik, kami harus menempuh langkah ini. Ini sangat emergency,” tambah Masola.
Soal situasi yang tidak menyamankan ini Dadan Koerniadipoera berharap masyarakat memahaminya. “Sebagai manusia kami tidak sempurna 100 persen. Tidak ada niat sedikitpun membiarkan kondisi seperti ini. Kami sudah berusaha menjaga kontinuitas pesediaan listriktapi gangguan – gangguan yang terjadi diluar kemampuan kami,” kata Dadan sembari berharap pengertian masyarakat pelanggan (meldi/henry)




Nusantara
Manado, SN – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah gambaran Kondisi terakhir yang dialami PT PLN Wilayah Suluttenggo yang mengalami pergumulan berat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pelanggan.
Betapa tidak, belum selesai dengan jadwal pemadaman yang diakibatkan oleh dam...
Frekwensi Pemadaman Makin Meningkat
Manado, KM – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah gambaran Kondisi terakhir yang dialami PT PLN Wilayah Suluttenggo yang mengalami pergumulan berat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pelanggan.
Betapa tidak, belum selesai dengan jadwal ...

















