Manado, SN - Dengan kasih melayani sesama, serta menjangkau anak-anak Autis dari kalangan menengah kebawah. Visi dan misi tersebut menjadi acuan bagi guru-guru untuk mengajar dengan menggunakan terapi kasih.
Sejak berdiri dua Maret 2009 sekolah Autis yang bertempat di jalan CH Taulu no 57 Bumi Beringin Manado ini memiliki delapan siswa, dengan umur rata-rata tiga sampai lima tahun dengan lima tenaga pengajar.
Kepala sekolah Apri Lala menyampaikan, sistem mengajar di sekolah ini yaitu dengan menggunakan dua metode masing-masing metode Louas dan metode Pre out school.
”Ada dua metode yang dipakai untuk mengajar di sekolah ini yang pertama louas, dimana metode dari Amerika ini lebih lebih kepada cara menangani prilaku dalam kelas yang lebih terarah juga terstruktur dan kedua metode pra out school, metode dari Australia ini lebih cenderung keluar kelas, misalnya dua minggu seklai mereka diajak ke maal atau tempat tempat hiburan lainnya agar pikiran mereka tidak tegang,”ungkap Lala.
Bukan hanya itu, Lala menjamin dengan terapi yang diberikan selam empat bulan anak akan mengalami perkembangan yang signifikan.”Di jamin pasti bila mengikuti terapi selama empat bulan pasti ada perubahan, mulai dari tak bisa bicara akan berbicara,”ujarnya.
Selain itu juga beberapa faktor lain yang harus diperhatikan untuk mendidik anak Autis yaitu, soal makanan, dimana makanan yang akan menjadi penentu perkembangan fisik anak baiknya diperhatikan. ”Pertumbuhan fisik anak harus ditunjang dengan makanan yang mengandung glutein dan klasein, contohnya makanan yang mengandung terigu, gula dan susu sapi,”ujarnya. (ms)





























