Manado, SN - Pasangan Capres-Cawapres yang disung Partai Golkar dan Hanura, Jusuf Kalla dan Wiranto lebih suka melakukan kampanye dialogis agar pesan benar-benar sampai pada sasaran. Bahkan dengan kampanye dialogis, biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar tetapi manfaatnya sangat besar.
Hal itu dikemukakan Plt Ketua Partai Golkar Sulut, Drs Max Lumintang kepada Koran Manado di sela-sela kampanye dialogis yang dihadiri ribuan peserta yang terdiri dari pengurus dan kader Golkar-Hanura, kalangan mahasiswa, independent serta masyarakat luas.
Kampanye dialogis yang digelar di Manado Convention Center (MCC) Sabtu lalu, dihadiri tim kampanye nasional, masing-masing Subagio dan Hairudin serta korwil tim kampanye Sulut Renne Manembu. Sementara sejumlah Ketua DPD II Golkar ikut hadir, antara lain Kuji Moha, Vreeke Runtu, Ny Paruntu Tumbuan, Ingrid Sondak, Sehan Mokoagouw, Winsulangi Salindeho.
Ketua DPD II yang tidak kelihatan adalah Elly Lasut, Telly Tjangkulung dan Marlina Moha Siahaan. ‘’Yang tidak hadir mengirimkan wakiolnya,” kata Lumintang bersemangat.
Dalam kampnye dialogis tersebut, tim kampanye nasional memaparkan visi dan misi dari pasangan JK-Win yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. Bahkan tim kampanye nasional terus berupaya membakar semangat para kader dan simpatisan untuk memenangkan JK-Win. “Kita akan menangis jika JK-Win kalah,” kata Subagio dan Hairudin. Alasannya program yang ditawarkan sangat baik untuk kesejahtyeraan rakyat dan JK-Win punya niat yang baik untuk membangkitkan ekonomi dan meningkatkan anggaran pendidikan.
Ketika diberikan kesempatan untuk bertanya, moderator yang dipimpin Pdt Tonny Daud Kaunang, STh memberikan kesempatan kepada peserta di luar kader partai Hanura dan Golkar. Maka tampilah mantan Ketua Pmpinan Wilayah PPP, Jitro Tamengge yang menyatakan mendukung pasangan JK-Win karena programnya yang jelas, tidak muluk-muluk, tetapi sangat dibutuhkan oleh masyartakat luas. “Saya dukung JK-Win tetapi tidak perlu masih tim sukses, nanti dikira cari uang lagi, Saya kerja sendiri dengan cara saya sendiri dalam melakukan sosialisasi untuk kemenangan JK-Win di Sulut,” katanya yang disambut tepuk tangan hadirian.
Kalangan mahasiswa mempertanyakan tetang anggaran pendidikan 20 persen yang belum dirasakan oleh mahasiswa di Sulut. Namun pasangan JK-Win berjanji untuk memperbaiki sistem agar anggaran pendidikan kenak sasaran dan kalau perlu ditambah. “20 persen itu angka minimal. Maka JK-Win akan berupaya menambahnya,” kata Hairudin. (ms)

























